Selasa, 26 Mei 2015

contoh perusahaan MNC (multi national corporation)


Nama   : Vera Christina
Kelas   : 4 eb25
NPM   : 27211256

PERKEMBANGAN  PT.NESTLE

Latar Belakang
Nestlé adalah sebuah perusahaan multinasional di Vevey, Swiss yang bergerak dalam bidang makanan. Didirikan pada tahun 1867 oleh Henri Nestlé. Perusahaan ini menghasilkan makanan dan minuman seperti makanan bayi, susu, kopi, cokelat, dan lain-lain. Perusahaan ini masuk dalam bursa saham SWX Swiss Exchange.
Pada tahun 1842. Henry Nestle membeli salah satu industri yang paling progresif dan lincah pada region itu pada masa tersebut ia juga terlibat dalam memproduksi minyak kacang (digunakan sebagai bahan baker lampu minyak), minuman keras, rum, dan cuka. Ia juga mulai mempruduksi dan menjual air mineral bergas dan lemonande, meskipun pada tahun-tahun krisis dari 1845 dan 1847 Nestle menghentikan produksi air mineralnya.
Nestle mulai tumbuh dan berkembang menjadi sebuah perusahaan makanan terbesar di dunia, serta perusahaan makanan dan minuman yang telah di percaya oleh banyak orang di seluruh dunia secara turun temurun hingga sekarang. Perusahaan Nestle tersebar di seluruh mancanegara, Nestlé berkomitmen untuk tetap mengembangkan produk-produk melalui inovasi dan renovasi demi memuaskan kebutuhan konsumennya di seluruh dunia.

Visi dan Misi Nestle
Nestle mencoba memberikan dan memfasilitasi yang terbaik untuk kehidupan masyarakat melalui cara hidup mereka di dunia dengan memenuhi kebutuhan konsumen dan memberikan solusi Nestle memberikan kontribusi pada kualitas kehidupan yang lebih baik. Nestle selalu memperhatikan lingkungan sekitar dengan cara menciptakan lingkungan sehat bagi semua orang di seluruh dunia, pihak Nestle merealisasikan keinginan nya untuk memberikan dan menciptakan lingkungan yang sehat untuk semua orang di seluruh dunia dengan mengadakan kerjasama dengan para ahli untuk memberikan dan mengantisipasi masalah-masalah tentang lingkungan sehat bagi seluruh dunia.

Tujuan Nestle
Nestle berkeinginan kuat untuk memberikan produk-produk yang sehat bagi masyarakat luas di seluruh dunia sehingga orang-orang di seluruh dunia dapat terjamin kesehatan nya dengan hadir nya produk-produk Nestle yang terjamin kualitasnya. Selain itu Nestle mempunyai tujuan seperti kebanyakan perusahaan lainnya yaitu ingin dapat bersaing dengan perusahaan lain nya dengan persaingan yang sehat dan dapat menguasai pasar dunia. Sekarang tujuan dari perusahaan Nestle untuk menguasai pasar dunia secara sehat sudah hampir terwujud dengan menggunakan strategi pasar yang bagus serta kerja keras Nestle semakin kuat dan berkembang dengan pesat.

Kinerja Perusahaan
Di pasar dunia sekarang Nestle menunjukkan grafik yang sangat menanjak dari tahun ke tahun, hal ini terbukti dengan sudah banyak nya pabrik-pabrik yang berdiri di hampir seluruh dunia. Nestle selalu memberikan sesuatu yang baru setiap waktu ke waktu, Nestle juga menghadirkan produk-produk yang baru dengan berbagai bentuk kemasan yang baru sehingga harga dari produk Nestle dapat terjangkau oleh semua kalangan masyarakat luas di seluruh dunia. Selain kegiatan-kegiatan yang bersifat komersial Nestle pun mengadakan kegiatan-kegiatan sosial dengan memberikan santunan kepada yayasan-yayasan soial di seluruh dunia.

Jaringan Internasional
Nestle adalah bentuk usaha Joint Venture dengan menggunakan bentuk usaha ini Nestle mempunyai keuntungan yaitu perusahaan dapat mengambil manfaat dari mitra lokalnya mengenai pengetahuan tentang kondisi persaingan, budaya, bahasa, sistem politik dan sistem bisnis di negara dimana perusahaan akan didirikan. Ketika perkembangan biaya dan atau risiko pembukaan pasar luar negeri tinggi, suatu perusahaan dapat mengambil keuntungan dengan cara berbagi biaya dan atau risiko ini dengan mitra local, Sehingga Nestle dapat berkembang dengan cepat dan terjalin hubungan yang kuat.

Prospek Pengembangan Pasar Internasional
            Pada era globalisasi perdagangan dewasa ini, kondisi persaingan semakin ketat dimana masing-masing negara saling membuka pasarnya. Pengembangan produk Nestle selau melakukan pengembangan produk dengan memperhatikan selera konsumen agar dapat di terima dan bersaing di pasar internasional. Dampak krisis keuangan dunia dianalisa tidak akan berpengaruh terhadap konsumsi produk Nestle mengingat kecilnya sharing pengeluaran rumah tangga. Selama supply produk-produk Nestle tetap terjamin dengan harga yang masih reasanable, maka kemungkinan Pengembangan industri pengolahan produk Nestle akan tetap menarik dan pengaruh krisis financial global tidaklah signifikan.

Strategi Pasar Internasional
Nestle, perusahaan consumer goods terkemuka di dunia, berusaha keras dalam melakukan inisiatif optimisasi biaya terutama dalam hal manufaktur, dan berhasil melakukan penghematan sekitar CHF 10 miliar. Program efisiensi operasional yang dicanangkan oleh Nestle berhasil mencatatkan sukses, dimana penghematan yang dilakukan melampaui target sebesar CHF 1 miliar pada 2007. Jika dihitung dari tahun 1996, maka Cost of Goods Sold (COGS)/Harga Pokok Penjualan (HPP) sudah menurun dari 52.1% pada 1996 menjadi kurang dari 42% di tahun 2007. Kunci pencapaian ini adalah dari penghematan.
Kemudian strategi Nestle dalam membidik produk yang punya value-added lebih tinggi, dimana porsi COGS lebih kecil dibandingkan dengan harga jual juga mengambil peran penting. Peningkatan dalam COGS pada 2007, terutama berasal dari inflasi akibat membumbungnya harga komoditas, terutama pertanian.
Nestle melakukan berbagai macam bentuk strategi yaitu dengan memberikan Inovasi dan renovasi, menjalin komunikasi dengan baik kepada konsumen.

Konsep Pemasaran Internasional
Langkah berikutnya bagi petugas pemasaran Nestle adalah menetapkan objektif untuk volume, pangsa pasar, penjualan, dan pendapatan, mereka harus memutuskan bagaimana mengimplementasikan usaha pemasaran. Bagaimana seharusnya Nestle mengelola dan mengimplementasikan usaha pemasaran nya. Apakah Nestle harus melancarkan operasi pemasaran langsung di pasar sasaran atau menggunakan agen atau perwakilan. Bila Nestle menggunakan agen atau perwakilan, berapa banyak dukungan yang sebaiknya Nestle berikan, dan bagaimana sebaiknya Nestle berkomunikasi dengan konsumen. Terutama, bagaimana memastikan bahwa Nestle akan mendapatkan umpan balik pasar yang akurat dan tepat waktu dari agen-agen Nestle, dan bagaimana.
Nestle dapat memastikan bahwa Perusahaan menyampaikan kepada semua agen dan perwakilan informasi yang perusahaan perlukan agar dapat mewakili PT.Nestle di pasar. Rantai nilai memberi kerangka kerja untuk memfokuskan pada tugas pemasaran. Alternatif strategi untuk memasuki dan perluasan pasar harus memastikan bahwa kegiatan rantai nilai yang diperlukan, dilaksanakan dan dipadukan.
Penyelesaian yang paling sederhana adalah melakukan konfigurasi rantai nilai di luar negeri yang sama seperti di negara sendiri, hal ini mungkin penyelesaian yang paling efektif, karena organisasi mungkin memiliki ketrampilan dan pengalaman yang dibutuhkan untuk melaksanakan kegiatan rantai nilai di pasar sasaran. Perusahaan Nestle mempunyai keunggulan bersaing di pasar dunia dalam kegiatan hulu maupun hilir, proses manufaktur dan distribusi.

Konsep Multinasional
Bagi perusahaan multinasional seperti PT Nestle, Nestle mempunyai konsep multinasional dengan mengadakan program creating shared value (CSV). CSV merupakan kegiatan bisnis yang menciptakan keuntungan atau manfaat bagi perusaahn dan masyarakat dalam jangka panjang.
Konsep CSV di adopsi dari Chairman Nestle S.A., Peter Brabeck-Letmathe”bahwa tantangan sesungguhnya bagi sebuah perusahaan adalah bagaimana mampu memberikan manfaat bagi masyarakat dalam jangka panjang," kutipan Peter Brabeck.CSV Nestle ini fokus pada tiga bidang, yakni nutrisi, air, dan pembangunan masyarakat perdesaan. Alasannya, sebagai perusahaan makanan dan minuman, basis Nestle berada pada bisnis ini. Di bidang nutrisi dan kesehatan dikembangkan program Nestle Health Zone, Dancom Parenting Center, penyuluhan nutrisi seimbang menuju sehat, dan informasi tentang sepuluh tanda umum anak bergisi baik. Program ini membidik siswa sekolah dasar, anak jalanan, panti asuhan, yayasan, kader posyandu, dan aktivis lingkungan dalam pencegahan AIDS.
Sejak 1994 Nestle secara terus menerus membina petani kopi di hampir seluruh dunia. Hasil pembinaan membuat petani terampil menghasilkan standar kopi dunia sehingga Nestle menyerap lebih dari 20.000 ton biji kopi untuk pasar lokal dan internasional. Kemudian bermitra dengan 300 ribu peternak dan menyerap 5500 ribu liter susu.
Perangkat utama Nestle dalam mencapai efisiensi operasional antara lain adalah GLOBE yang memungkinkan berbagai cabang Nestle di seluruh dunia ‘berbicara’ dalam satu bahasa sama, definisi sama, perangkat sama dan ukuran sama pula. Program GLOBE menghilangkan kompleksitas yang tidak perlu dalam sebuah proses dan menjadikan Nestle sebagai perusahaan yang saling berketerkaitan.
Nestle meluncurkan proyek GLOBE (Global Business Excellence)yang merupakan proyek terbesar Nestle selama 135 tahun berdirinya perusahaan ini. Tujuan dari proyek GLOBE adalah meningkatkan kinerja dan efisiensi bisnis Nestle di seluruh dunia. Proyek GLOBE ini merupakan sistem ERP (enterprise resource planning) yang menggunakan software SAP. Implementasi mySAP.com termasuk Workplace, SAP R/3, BW, APO, CRM, EBP dan Knowledge Warehouse. Proyek ini terbagi menjadi empat kegiatan pokok, yaitu Business Excellence, Data Standard&Data Management, Information Technology dan Global Template.
Globe memfasilitasi adanya fleksibilitas, sehingga Nestle bisa menggunakan berbagai model bisnis yang berbeda, baik itu produk premium global-driven seperti Nespresso, bisnis yang dikelola secara regional seperti PetCare dan bisnis sangat lokal seperti Culinary, bisnis yang berdiri terpisah seperti Jenny Craig atau bisnis yang service-driven (Gerber Life). GLOBE memungkinkan tiap bisnis untuk beroperasi dengan strukturnya yang paling optimal dan untuk mendorong timbulnya permintaan.
GLOBE terdiri dari praktik-praktik terbaik dari internal maupun eksternal, yang kemudian diadopsi oleh seluruh penjuru organisasi dengan cepat. Praktik ini etrdiri dari berbagai aspek organisasi, mulai dari Food Quality. Health & Safety, Pricing- The Nestle Way, Supply Chain Management dan Marketing. Manfaat besar yang diperoleh melalui GLOBE antara lain adalah: manajemen supply chain lebih baik dengan cara mengurangi modal kerja dan penghematan, juga mempercepat proses peluncuran produk ke pasar, sehingga menyediakan produk yang baru demi mendorong pertumbuhan.
Proyek GLOBE memang sudah tepat dicanangkan Nestle karena ERP sistem sekarang sudah menjadi kebutuhan perusahaan-perusahaan global yang ingin tetap kompetitif di persaingan bisnis global. Dengan ERP sistem ini maka perusahaan bisa mensinergikan keseluruhan proses bisnis yang ada di perusahaan sehingga dicapai proses bisnis yang efisien dan efektif, serta memberikan kemudahan terjadinya “sharing knowledge” antar masing-masing bagian.
Praktik ini yang umumnya memang saving-driven, namun juga berfokus pada bagaimana melayani pelanggan dengan lebih baik, dan memberikan produk yang lebih segar dan berkualitas tinggi, yang merupakan driver utama dari permintaan. Keunggulan operasional ini merupakan keunggulan kompetitif Nestle dibandingkan dengan lawan-lawannya. Jika pada umumnya sulit untuk menekan biaya selagi mempertahankan value yang ada, maka Nestle mampu melakukannya dengan sangat baik.
Proyek GLOBE memang sudah tepat dicanangkan Nestle karena ERP sistem sekarang sudah menjadi kebutuhan perusahaan-perusahaan global yang ingin tetap kompetitif di persaingan bisnis global.  Dengan ERP sistem ini maka perusahaan bisa mensinergikan keseluruhan proses bisnis yang ada di perusahaan tersebut sehingga dicapai proses bisnis yang efisien dan efektif, serta memberikan kemudahan terjadinya “sharing knowledge” antar masing-masing bagian. Diversifikasi akan menambah biaya dan hambatan bagi unit bisnis yang sudah ada.
Hambatan dan biaya tersembunyi (hidden costs) yang dibebankan kepada unit bisnis, secara terencana harus dapat dikurangi. Pemegang saham memiliki kesiapan untuk melakukan diversifikasi sendiri dengan memilih portofolio bisnis yang resiko dan return-nya sesuai dengan preferensi mereka. Hal ini menandakan strategi korporasi tidak dapat sukses kecuali ia dapat memberikan tambahan nilai bagi shareholders, dan industri di mana unit bisnis baru yang dibentuk memiliki struktur yang mendukung dihasilkannya return yang lebih tinggi dari biaya modal. Pertimbangan lain dalam membangun strategi korporasi adalah apakah unit bisnis baru dapat menghasilkan keunggulan bersaing dari hubungannya dengan unit-unit bisnis lain atau dengan induk perusahaan. Ada empat konsep strategi korporasi yang telah banyak diaplikasikan: portfolio management, restructuring, transferring skills, dan sharing activities. Portfolio management mendasarkan pada sejumlah asumsi vital. Diversifikasi dapat dilakukan melalui beberapa cara seperti akuisisi, merger, atau membangun unit bisnis baru (greenfield company). Melalui strategi restructuring, perusahaan Nestle mencari perusahaan yang tidak terlalu maju (undeveloped), sedang sakit, atau yang sedang menghadapi kesulitan akibat perubahan lingkungan bisnis yang tidak dapat diatasi.  Perusahaan induk Nestle melakukan intervensi dengan mengubah tim manajemen, mengubah strategi bisnis, memasukkan (infused) teknologi baru, atau menjual/menutup unit-unit yang tidak efisien atau yang tidak terkait langsung dengan kompetensi inti unit bisnis terkait. Dalam transferring skills, terjadi sinergi dan proses aktif untuk mengubah strategi atau operasional unit bisnis. Proses perubahan dalam suatu unit bisnis sebagai sasaran transfer ketrampilan harus spesifik dan dapat dikenali. Hampir mirip dengan transferring skills, dalam sharing activities antar unit bisnis menggunakan beberapa sumber daya dalam value chain secara bersama. Pada tataran global, variabel penentu keunggulan bersaing sangat berbeda dari persaingan domestik. Untuk dapat sukses di arena bisnis global, pertama perusahaan Nestle perlu mengubah diri menjadi pelaku usaha internasional (multidomestic competitor),Yang memungkinkan anak-anak perusahaan Nestle (subsidiaries) dapat bersaing secara independen di berbagai pasar domestik. Selanjutnya, perusahaan induk berevolusi menjadi organisasi global (global competitor) yang mampu mengadu seluruh system produk dan posisi pasarnya melawan berbagai pemain global lainnya. Tantangan bagi global competitor adalah membangun dan sekaligus menerapkan strategi korporasi yang dilandasi oleh pemikiran: inovasi stratejik apa yang perlu terus diupayakan sehingga perusahaan memiliki keungulan global.  Selain konsep strategi-strategi di atas Nestle menggunakan strategi merek monolitik, dualitik atau multilitik yang bergantung pada keseimbangan antara investasi finansial yang ditanamkan dengan manfaat strategis dan finansial yang hendak dicapai dari investasi ini. Lantaran strategi merek monolitik dan dualitik memakai satu nama merek yang sama untuk berbagai produk, nilai merek (brand value) dari merek yang sukses diharapkan bisa dieksploitasi. Kapitalisasi pada nama merek bisa menghasilkan keuntungan finansial yang signifikan terhadap pengembangan merek yang sifatnya berkelanjutan.

Kesimpulan :
 Nestle adalah perusahaan multinasional yang sangat besar serta perusahaan yang dapat merajai pasar makanan di pasar dunia dan Berdasarkan hasil penelitian dari data-data yang di dapat, maka penulis memberikan saran yang mungkin dapat di jadikan masukan dan perbaikan di masa yang akan datang adalah sebagai berikut :
1.      Sebaik nya perusahaan lebih meningkatkan lagi ketelitian dalam pelaksanaan manajemen operasi pada perusahaan, terutama dalam memperhatikan pengalaman serta produk yang di hasilkan oleh perusahaan.
2.      Sebaik nya perusahaan lebih meningkatkan kinerja karyawan nya supaya dapat mengoptimalkan potensi dari sumber daya manusia yang ada di perusahaan serta menanamkan kesadaran akan tanggung jawab terhadap tugas yang di berikan perusahaan.
3.       Sebaik nya perusahaan lebih menekankan lagi peraturan-peraturan yang ada di dalam setiap cabang-cabang perusahaan di setiap Negara sehingga dapat menjadi dasar yang kuat untuk dapat lebih mengembangkan dan menjaga eksistensi perusahaan di pasar dunia.


Sumber :

https://www.nestle.co.id/ina/tentangnestle/sejjarahnestl%C3%A9indonesia/home


Kamis, 23 April 2015

masalah ekonomi



Korupsi di Bidang Pendidikan

Berita tentang korupsi mungkin sudah sering kita dengar sehari-hari di surat kabar, televisi, radio, dan media publikasi lain. Maraknya kasus korupsi di Indonesia karena belum adanya tindakan atau hukuman tegas dari pemerintah yang dapat membuat para koruptor tidak lagi melakukan korupsi. Korupsi tidak hanya terjadi di kursi pemerintahan saja, melainkan hampir di seluruh aspek kehidupan masyarakat.
            Korupsi sendiri menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah penyelewengan atau penggelapan (uang negara, perusahaan dan sebagainya) untuk keuntungan pribadi atau orang lain. Korupsi berasal dari bahasa Belanda koruptie, yang berarti kebusukan, keburukan, kebejatan, ketidakjujuran, penyuapan, penggelapan, kerakusan, amoralitas dan segala penyimpangan dari kebenaran. Pengertian tentang korupsi sangatlah banyak, mulai dari para ahli filosofi sampai tertulis di dalam UUD Republik Indonesia Nomor 31 tahun 1999.
            Para pelaku korupsi bukanlah orang-orang bodoh. Mereka adalah orang-orang berpendidikan yang dengan sengaja memanfaatkan jabatan dan ilmunya untuk mendapatkan keuntungan besar untuk dirinya sendiri.
Banyak alasan dan sebab mengapa mereka melakukan korupsi. Nafsu untuk hidup mewah dengan cepat, jiwa Pancasila yang belum mantap di setiap warga negara, pengawasan yang belum memadai, mental dan rasa keagamaan yang rendah, gaji atau pendapat yang rendah, dorongan keluarga, rasa malu yang rendah dan kesadaran hukum yang masih rendah.
Salah satu korupsi yang sangat parah adalah di dunia pendidikan. Macam-macam Kasus Korupsi di Bidang Pendidikan yaitu :
1.      Pengangkatan jabatan kepala sekolah
2.      Pengadaan sarana dan prasarana termasuk (seragam, buku, gedung, peralatan, laboratorium dsb)
3.      Penggunaan dana BOS
4.      Penerimaan siswa baru
5.      Undangan untuk memasuki PTN melalui Undangan
6.      Pengangkatan guru honorer menjadi CPNS

Enam kasus dari tindak pidana korupsi bidang pendidikan merupakan aktivitas yang terjadi dalam dunia pendidikan saat ini. Tindak pidana ini melibatkan beberapa oknum mulai dari oknum guru, oknum kepala sekolah, dinas pendidikan, kepala daerah bahkan sampai tingkat pusat. Oleh karena itu kita harus memahami kasus ini sehingga mampu mengidentifikasi tindak pidana korupsi dalam bidang pendidikan, karena hal ini terkait langsung dengan pendidikan sebagai sebuah kebutuhan.

Dampak dari Tindakan Korupsi di Bidang Pendidikan
Korupsi sepertinya sudah membudaya dalam kehidupan bangsa Indonesia, perbuatan-perbuatan yang kita anggap biasa seperti memberikan sesuatu kepada orang yang kita hormati dapat digolongkan tindak korupsi. Ketika telah menjadi budaya maka pemberantasan korupsi juga harus terstruktur dalam pendidikan, karena pendidikan merupakan saluran dari proses pembudayaan warga negara. tetapi ketika bidang pendidikan terjadi tindakan-tindakan korupsi maka proses pembudayaan masyarakat anti korupsi seperti menanam benih di padang pasir yang tandus. Perbuatan korupsi di bidang pendidikan akan berdampak langsung pada peserta didik sebagai orang yang pertama mendapatkan dampak dari perbuatan korup ini. Karena tindak korupsi di bidang pendidikan dapat saja melanggar Hak Asasi Manusia para peserta didik untuk mendapatkan pendidikan yang berkualitas
Sesuai dengan Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 31 ayat 4 bahwa negara memprioritaskan angggaran pendidikan sekurang-kurangnya 20% dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan APBD untuk memenuhi kebutuhan penyelenggaraan kebutuhan penyelenggaraan pendidikan nasional. Dengan kenaikan anggaran ini seharusnya juga diikuti dengan program yang tepat pula. Perluasaan akses dan pemerataan mutu pendidikan di level pendidikan dasar perlu diperhatikan oleh pemerintah. Pemerintah tidak cukup hanya mengejar mutu di level nasional dengan menggenjot target minimum untuk lulus ujian, membangun sekolah unggul dan mengandalkan sejumlah murid berprestasi di ajang nasional maupun internasional. Sekolah unggul dan siswa berprestasi hanyalah di titik-titik tertentu saja, namun kenyataannya di sebagian besar daerah, khususnya kawasan miskin dan terpencil, mutu pendidikan sangat rendah.
Dalam Pasal 31, antara lain disebutkan bahwa setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya. Selain itu, pemerintah memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan persatuan bangsa untuk kemajuan peradaban. Sederhananya, anak Indonesia tidak boleh lagi terhambat menempuh pendidikan dasar. Namun apa yang terjadi kenyataannya, masih banyak anak yang tidak dapat mengenyam bangku pendidikan karena masalah biaya.
Lalu bagaimana dengan bangunan gedung pendidikan di daerah miskin dan terpencil? Kemana larinya dana pendidikan itu? Bukankah gedung pendidikan juga merupakan hal yang fital di dunia pendidikan. Oleh karena itu perlunya peninjauan kembali tentang keadaan lapangan pendidikan di Indonesia untuk para pemerintah.
Ketetapan MPR Nomor VII/MPR/2011 tentang Rekomendasi Arah Kebijakan Pemberantasan dan Pencegahan KKN mengamalkan untuk mempercepat dan lebih menjamin efektifitas pemberantasan KKN sebagaimana diamalkan dalam TAP MPR Nomor XI/MPR/1998 tentang KKN, serta berbagai peraturan Undang-Undang yang terkait. Sehingga para KPK diberi perlindungan untuk secepatnya mengurus adanya tindak korupsi di Indonesia.

 Kesimpulan

Kasus korupsi di Indonesia belum adanya tindakan atau hukuman tegas dari pemerintah yang dapat membuat para koruptor tidak lagi melakukan korupsi. Korupsi tidak hanya terjadi di kursi pemerintahan saja, melainkan hampir di seluruh aspek kehidupan masyarakat. Korupsi adalah penyelewengan atau penggelapan (uang negara, perusahaan dan sebagainya) untuk keuntungan pribadi atau orang lain. Nafsu untuk hidup mewah dengan cepat adalah salah satu alasan dan sebab mengapa seseorang melakukan korupsi.
Korupsi adalah tindakan melawan hukum yang dilakukan oleh orang yang memiliki kewenangan guna memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi yang dapat merugikan negara atau perekonomian Negara.
Tindak korupsi yang terjadi dalam bidang pendidikan dapat di anatomi menjadi beberapa aktivtas yang rawan terjadi korupsi yaitu Pengangkatan  jabatan kepala sekolah, Pengadaan sarana dan prasarana termasuk (seragam, buku, gedung, peralatan, laboratorium dsb), Penggunaan dana BOS, Penerimaan siswa baru, Undangan untuk memasuki PTN melalui Undangan, Pengangkatan guru honorer menjadi CPNS.
Dampak dari Tindakan Korupsi di Bidang Pendidikan diantaranya adalah kualitas pendidikan, kerugian finansial, ketidakadilan sosial, pengurangan tingkat partisipasi, hilangnya akhlak mulia.
Solusi untuk Tindakan Korupsi di Dunia Pendidikan adalah meningkatkan kualitas SDM pengelola pendidikan, Meningkatkan kesejehateraan para pekerja pendidikan, pendidikan antikorupsi untuk semua dan Tata kelola dalam sistem antikorupsi membuka informasi seluas-luasnya kepada publik terkait pengelolaan anggaran pendidikan dan akses terhadap bukti-bukti pertanggungjawaban.


Saran

1.      Seharusnya anggaran pendidikan ini juga diikuti dengan program yang tepat. Misalnya perbaikan gedung sekolah, Perluasaan akses dan pemerataan mutu pendidikan di level pendidikan dasar perlu diperhatikan oleh pemerintah.
2.      Perlunya peninjauan kembali tentang keadaan lapangan pendidikan di Indonesia untuk para pemerintah agar tidak dapat terjadinya tindak korupsi di bidang pendidikan.
3.      Meningkatkan kualitas SDM pengelola pendidikan. Kualitas SDM diyakini berpengaruh langsung terhadap kualitas kinerjanya. Oleh karena itu, sistem perekrutan pekerja pendidikan harus dibenahi.
4.      Meningkatkan kesejehateraan para pekerja pendidikan. Sehingga para pekerja meningkatkan kinerja dan tanggung jawab mereka sebagai pelayan sektor pendidikan.
5.      Pengawasan juga pengontrolan dari setiap sistem perencanaan, penganggaran dan pelaksanaan yang ketat sehingga kasus korupsi dapat direduksi.

Selasa, 17 Maret 2015

contoh kasus soal kurs jual dan kurs beli

Nama : Vera Christina
NPM : 27211256
Kelas : 4EB25
Tugas : Akuntansi Internasional

KURS TRANSAKSI BANK INDONESIA
Update Terakhir 6 Maret 2015

Contoh kasus :
1.   Merry ingin membuka usaha dibidang online shop dari Thailand, ia membutuhkan THB 100.000 untuk modal usahanya. Berapa rupiah yang harus ia sediakan jika mempunyai tabungan senilai $5000 ?
Jawab :
USD 5000 x 13.171.00 (kurs beli) = Rp 65.855.000
THB 100.000 x 404.84 (kurs jual) = Rp 40.484.000
Rp 65.855.000 – Rp 40.484.000 = Rp 25.371.000
Jadi yang harus disediakan Merry adalah Rp 25.371.000

2.   Doni membeli sebuah rumah di Jepang seharga ¥350.000 berapa rupiah yang Doni harus keluarkan sedangkan ia mempunyai tabungan Rp 4.000.000.000 dan berapa sisa tabungan Doni ?
Jawab :
Tabungan Doni = Rp 4.000.000.000
¥350.000 x 10.975.17 (kurs jual) = Rp 3.841.309.500
Rp 4.000.000.000 - Rp 3.841.309.500 = Rp 158.690.500
Jadi sisa uang tabungan Doni adalah sebesar Rp 158.690.500

3.   Mona mengimpor sebuah Truck dari Australia dengan harga AUD 10.000 berapa GBP yang harus dibaya Mona ?
Jawab :
AUD 10.000 x 10.171.47 (kurs jual) = Rp 101.714.700
Rp 101.714.700 : GBP 19.643.21 (kurs jual) = 5.178.1
Jadi uang yang harus dibayarkan Mona sebesar GBP 5.178.1

4.   Hana ingin berlibur ke Jepang. Ia membutuhkan ¥2500, sebelum berangkat ke Jepang ia menukarkan uangnya ke Money Changer. Berapa rupiah yang ia harus keluarkan ?
Jawab ;
¥2500 x 10.957.17 (kurs jual) = Rp 27.392.925
Jadi uang yang harus dikeluarkan Hana sebesar Rp 27.392.925

5.    Beni menderita penyakit kanker. Ia harus segera dibawa ke Singapura untuk berobat. Sedangkan biaya berobat yang harus  dikeluarkan sebesar SGD40.000 ia mempunyai tabungan Rp 750.000.000 berapa rupiah sisa uang tabungan Beni ?
Jawab :
Tabungan Beni = Rp 750.000.000.000
SGD40.000 x 9.560.87 (kurs jual) = Rp 382.434.800
Rp 750.000.000.000 - Rp 382.434.800 = Rp 367.565.200
Jadi sisa uang tabungan Beni sebesar Rp 367.565.200

6.    Sarah membeli tas dari Australia dengan harga AUD $9000 dan membeli perhiasan dari Amerika dengan harga USD $15.000 berapa SAR yang harus dibayar Sarah ?
Jawab :
AUD 9000 x 10.171.47 (kurs jual) = Rp 91.543.230
USD 15.000 x 13.303.00 (kurs jual) = Rp 199.545.000
Rp 91.543.230 + Rp 199.545.000 = Rp 291.088.230
Rp 291.088.230 : SAR 3.546.99 = SAR 82.066.26
Jadi yang harus dibayar Sarah sebesar SAR 82.066.26

7.    Anto mendapat kiriman uang dari saudaranya yang di Malaysia sebesar 15.000 ringgit. Uang tersebut digunakan untuk membeli sebuah handphone sebesar USD 900 berapa sisa uang Anto saat ini ?
Jawab ;
MYR 15.000 x 3.556.85 (kurs beli) = Rp 53.352.750
USD 900 x 13.303.00 (kurs jual) = Rp 11.972.700
Rp 53.352.750 - Rp 11.972.700 = Rp 41.380.050
Jadi sisa uang Anto saat ini sebesar Rp 41.380.050

8.      Rani ingin berkunjung ke Indonesia dengan membawa uang sebesar THB 50.000 ketika ditukar ke bank berapakah uang yang didapatkan Rani ?
Jawab :
THB 50.000 x 400.58 (kurs beli) = Rp 20.029.000
Jadi total uang yang didapat Rani sebesar Rp 20.029.000

9.     Tia ingin berlibur ke Hongkong dengan membawa uang sebesar 4000 swiss franc. Ketika sampai di bank Hongkong uang yang diperoleh Tia adalah ?
Jawab :
CHF 4000 x 13.105.47 (kurs beli) = Rp 52.421.880
Jadi uang yang diperoleh Tia sebesar Rp 52.421.880

10. Danang membeli sebuah mobil di Amerika deengan harga $300.000 USD. Berapa Euro yang harus dibayar Danang ?
Jawab :
USD 300.000 x 13.171.00 (kurs beli) = Rp 3.951.300.000 : 14.006.73 (kurs jual) = Euro 282.100.1
Jadi yang harus dibayar Danang sebesar Euro 282.100.1